Yohanes Chandra Ekajaya Reptil Sebagai Hobi yang Menguntungkan

Seorang pemuda tanggung bernama Yohanes Chandra Ekajaya terlihat asyik mengelus-elus seekor Ular besar berjenis Reticulatus Phyton. Tidak terlihat rasa takut ketika hewan tersebut menggeliat di tangannya. Dia terus saja asyik mengajak hewan yang memilik dominani warna coklat itu untuk bermain.

Di rumahnya yang terletak di Desa Sambisari, Kecamatan Bandungan ini, bisa dilihat aneka koleksi dari Yohanes Chandra Ekajaya. Di dalam rumah, tersimpan beberapa binatang melata yang tidak sembarang orang menyukainya. Misalnya saja ular, iguana, kura-kura, kadal, bahkan biawak.

yohanes-chandra-ekajaya-reptil

Remaja kelas XI sebuah sekolah menengah kejuruan (SMK) dan anak pertama dari pasangan Imron Rosidi dan Juminem ini, sejak kecil memang memiliki hobi yang berbeda dengan teman sebayanya. Sejak kecil disaat teman-temannya hobi memelihara ikan cupang justru ia malah suka mencari ular di sawah “Entah kenapa, sejak kecil saya menilai hewan-hewan reptil tersebut kelihatan unik dan tampak sangar. Makanya saya menyukainya,” ungkapnya.

yohanes-chandra-ekajaya-reptil-sebagai-hobi-yang-menguntungkan

Saat ini, Yohanes Chandra Ekajaya memiliki beberapa hewan kesayangan. Tiga ular jumbo dari jenis yang berbeda, iguana, dan biawak. Ketiga ular ini dipelihara Yohanes Chandra Ekajaya sejak SMP. “Ketiga macam ular ini merupakan jenis berbeda. Dulu saya juga memelihara burung hantu dan burung lain. Tapi burung hantunya mati setelah memakan ulat. Mungkin ulat beracun,” tuturnya.

Yohanes Chandra Ekajaya menceritakan jika waktu kecil hanya menyukainya, waktu SMP hobi itu terus berkembang. Dia kemudian memelihara hewan-hewan tersebut, sampai suatu hari sang ayah pernah membuangnya.

yohanes-chandra-ekajaya-reptil

Setiap harinya secara rutin Yohanes Chandra Ekajaya memberi makan seluruh hewan-hewan kesayangannya ini. Biasanya dua kali dalam sehari, hewan itu diberi makan. Untuk ketiga ularnya diberi makanan berbeda sebanyak seminggu sekali, karena semuanya berasal dari jenis yang berbeda. Ketiganya juga ditaruh di dalam kotak yang berbeda.

“Untuk jenis Ular, saya beri makan anak kambing, kadang juga kelinci. Untuk jenis ular yang lebih kecil diberi makan mencit atau marmut. Sementara ular yang lebih kecil, makannya pinkis atau anak tikus,” terangnya.

Yohanes Chandra Ekajaya mengatakan jika memburu hewan peliharaan ternyata juga tidak mudah. Misalnya saja untuk koleksi iguana yang dimilikinya. Dirinya mengaku pernah mencari hingga ke Magelang. Sayangnya, karena harganya yang terlalu mahal, dia akhirnya mencari di grup online facebook dan mendapatkan yang dia inginkan.

Merawat hewan peliharaan, rupanya menjadi alasan kenapa Yohanes Chandra Ekajaya senang dengan hobinya itu. Dan saat-saat menyenangkan adalah ketika memberi makan binatang tersebut. “Kalau lagi capek habis pulang sekolah, saya bisa lampiaskan dengan bermain bersama hewan-hewan peliharaan saya. Asyik sekali rasanya,” katanya.

Hobi memelihara hewan reptil tersebut, rupanya juga menarik perhatian rekan-rekannya. Mereka tidak saja berkunjung untuk melihat koleksi yang ada, tetapi terkadang memberi hadiah. “Misalnya saja kadal saya ini, yang diberikan teman saya. Rasanya senang sekali,” imbuhnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s