Chandra Ekajaya Mendulang Rupiah Dari Budidaya Kroto

chandra ekajaya juragan kroto

J Chandra Ekajaya & J Wijanarko juragan kroto

Semakin sulitnya mendapatkan telur semut rang-rang (kroto) untuk pakan burung membuat harganya semakin mahal. Mencoba menangkap peluang yang ada Chandra Ekajaya  bereksperimen dengan melakukan budidaya semut rang-rang dengan mengunakan media toples bekas bungkus permen, kue dan sosis.

Usaha sampingan yang dimu;lai sejak 2 tahun lalu oleh Chandra Ekajaya ini mulanya hanya memiliki 6 toples saja kini berkembang menjadi hamper 200 toples. Awalnya sekedar mencoba-coba dikarnakan rasa penasaran akan sulitnya mendapati kroto di tempat penjual pakan burung dan harganya yang terbilang cukup fantastis hingga mencapai harga Rp.300.000,- apabila terdapat kelangkaan kroto dipasaran. Langkah awal dalam memulai budidaya kroto ini, Chandra Ekajaya mencari ratu semut untuk dijadikan sebagai indukan. Sebelum indukan dimasukkan kedalam toples terlebih dahulu toples dilubangi sebesar jari telunjuk untuk jalan keluar masuknya semut. Untuk perawatan semut seharinya tidaklah begitu sulit. Semut hanya diberi pakan buah-buahan, jangkrik, belalang, ulat dan air gula.  Takaran memberi makan semut untuk sehari-harinya ari gula dikasihkan 2 sendok gula untuk ukuran botol kecil, sedang untuk jangkrik dan belalang alahkah lebih bagus bila kita menangkapnya dari alam bebas karna jangkrik dan belalang liar mengkonsumsi bahan alami bukan konsentrat sehinga banyak protein yang terkandung didalam jangkrik dan belalang. Setiap budidaya pasti ada hama penganggu dalam menjalankan ternak. Ada beberapa hewan yang perlu dijauhkan dari budidaya semut jenis ini seperti ayam, cicak, tokek, semut hitam dan tikus karna hewan tersebut apabila sampai masuk kedalam ruang penangkaran dapat merusak sarang yang baru diproses untuk bertelur.

chandra ekajaya juragan kroto

Untuk setiap 10 toplesnya  Chandra ekajaya dapat memanen hinga  satu kilogram perbulan dalam 1 toples rata-rata dapat menghasilkan 1 ons kroto.  Tak kurang Chandra Ekajaya sekarang perbulannya dapat memproduksi kroto kurang lebih 20kg dengan harga jual per kilogramnya Rp.150.000,- hingga Rp.200.000,-  menyesuaikan dengan sedikit banyaknya produksi serta harga pasarannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s