Yohanes Chandra Ekajaya Membuat Radio Komunikasi Sederhana  

Pernahkah Anda bermain saling tukar suara menggunakan kaleng dan benang? Meskipun terlihat sederhana, tetapi dengan jarak yang bisa dibilang cukup bahkan sangat jauh pun dua orang bisa saling berkomunikasi menggunakan dua kaleng dan seuntal benang. Yohanes Chandra Ekajaya menjelaskan bahwa suara yang dihasilkan oleh salah satu pengguna kaleng itu dihantarkan melalui media benang menuju kaleng yang digunakan oleh penerima pesan. Kelemahan dari teknologi ini adalah adanya delay atau penundaan suara yang dihantarkan, karena menggunakan medium benang.

yohanes-chandra-ekajaya-membuat-radio-lucu

Berangkat dari kenangan masa kecil yang indah tersebut, Yohanes Chandra Ekajaya membuat sebuah perangkat teknologi komunikasi sederhana. Ia membuat sebuah perangkat teknologi komunikasi sederhana untuk warga di kampungnya.

yohanes-chandra-ekajaya-membuat-radio-komunikasi-sederhana

Yohanes Chandra Ekajaya menjelaskan bahwa perbedaan mendasar dari perangkat teknologi komunikasi sederhana dengan teknologi kaleng tadi adalah media dan perangkat, baik itu pemancar dan penerima. Secara sederhana, teknologi komunikasi yang dibuatnya ini bisa disebut sebagai radio.

Radio menggunakan gelombang elektromagnetik sebagai media penghantar data. Baik itu suara, gambar, atau pun video. Yohanes Chandra Ekajaya membuat beberapa pemancar radio dan penerima radio. Bahan-bahan yang digunakan pun sebenarnya sangat mudah dicari, misalnya saja jek audio, batu baterai, kabel dan antena, kemudian satu kartu PCB, trafo audio, dan oscillator.

Yohanes Chandra Ekajaya menjelaskan bahwa ibarat tubuh manusia, yang menjadi pengontrol dan pengatur segala fungsi dan kinerja tubuh adalah otak. Begitu juga dengan sebuah perangkat teknologi, ia mempunyai otak untuk mengatur pola dan ritme kerja komponen yang lain. Komponen utama dari perangkat teknologi radio komunikasi sederhana ini adalah oscillator.

Oscillator mempunyai bentuk yang sangat tidak aduhai. Ia berbentuk kotak, tetapi hanya satu sudut saja yang lancip, sedangkan tiga sudut yang lain tidak lancip atau runcing. Menurut keterangan dari Yohanes Chandra Ekajaya, fungsi dari oscillator ini adalah untuk membuat sinyal. Bila dihubungkan dengan sumber energi atau tegangan, oscillator akan membuat voltage perangkat naik turun sesuai dengan jumlah frekuensi yang tersedia. Bila menggunakan frekuensi 5 Mhz, maka per detiknya akan terjadi pengulangan naik turun voltage sebanyak 5.000 kali.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s