Korelasi Lintang Kemukus Alias Komet Dengan Sejarah Jawa Oleh Yohanes Chandra Ekajaya

Yohanes Chandra Ekajaya melontarkan pernyataan yang kontroversial. Ia pernah menyatakan bahwa segala peristiwa yang terjadi di pulau Jawa bisa diketahui, diprediksi, dan bahkan bisa ditelusuri bila memperhatikan lintang kemukus atau komet yang melintas di sekitar bumi.

Jangka Jayabaya, Babad Wilwatikta, dan pesan-pesan leluhur mengenai perubahan zaman pasti sangat berhubungan erat dengan lintang kemukus. Yohanes Chandra Ekajaya menyebutkan bahwa lintang kemukus adalah salah satu sign, tanda atau pesan yang dikirimkan oleh para pengatur dunia untuk memberitahu alam dan manusia tentang perubahan-perubahan yang akan terjadi.

Di bawah ini adalah beberapa riwayat lintang kemukus yang pernah melintas di sekitar bumi dan pengaruhnya bagi kehidupan, terutama di pulau Jawa. Yohanes Chandra Ekajaya menatanya secara kronologis sebagai berikut.

  1. Lintang Kemukus 1577 V1

Cahaya dari lintang kemukus ini hampir menyamai pantulan matahari di bulan. Ekornya putih memanjang. Lintang kemukus ini terlihat pada bulan Desember 1957 hingga Januari 1578. Menurut Yohanes Chandra Ekajaya, lintang kemukus ini adalah tanda bagi gunung Merapi untuk erupsi.

korelasi-lintang-kemukus-alias-komet-dengan-sejarah-jawa-oleh-yohanes-chandra-ekajaya

  1. Lintang Kemukus 1811 F1

Saat fajar atau subuh, tepatnya pada bulan September hingga Oktober di tahun 1811, ada lintang kemukus yang terlihat oleh mata telanjang di angkasa Nuswantara. Bila dihubungkan dengan peristiwa di Jawa, Yohanes Chandra Ekajaya mengatakan bahwa lintang kemukus tersebut merupakan pertanda akan adanya kerusuhan di tanah Jawa. Dan nyatanya setahun kemudian terjadi Geger Spehi di Yogyakarta. Kemudian pada tahun 1813 Yogyakarta terpecah menjadi Ngayogyakarta dan Pakualaman.

  1. Lintang Kemukus Ikeya-Seki 1965

Lintang kemukus ini termasuk yang terbesar. Ia terlihat saat bulan Oktober 1965. Yohanes Chandra Ekajaya mengatakan bahwa lintang kemukus ini merupakan pertandanya akan datangnya perang saudara dan pembantai besar-besaran di Nuswantara. Selain itu lintang kemukus ini juga menjadi tanda berakhirnya orde lama dan berganti menjadi orde baru.

Yohanes Chandra Ekajaya menambahkan,” dua tahun setelah lintang kemukus ini terlihat, tepatnya pada tahun 1967, Presiden Soekarno digantikan oleh Presiden Soeharto.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s