Resep Nasi Bakar Ayam Teri Chandra Ekajaya

Nasi bakar ayam merupakan salah satu resep nasi Chandra Ekajaya yang rasanya gurih dengan isian ayam dan dibakar. Salah satu variasi dari resep nasi bakar ini sangat populer dan disukai oleh kebanyakaan masyarakat Indonesia. Rasa nya memang sangat enak, lezat dan gurih. Mungkin hampir mirip dengan nasi uduk betawi yang juga mempunyai banyak penggemar. Cuma bedanya resep nasi bakar ayam ini dibungkus dengan daun pisang dan bentuknya lonjong. Kalau dari bentuknya sih mirip dengan lontong yang juga terbuat dari beras. Setelah dimasak dengan bumbu nasi bakar ayam, kemudian nasi bungkus pisang ini dibakar sehingga menambah citarasanya menjadi lebih enak.

yce
Yohanes Chandra Ekajaya

Apalagi kalau rasanya pedas dan ditambah dengan teri. Semakin mantap lah rasanya. Yang paling penting, cara membuat nasi bakar ayam suwir Chandra Ekajaya ini cukup sederhana. Bahan dan bumbu untuk memasak resep masakan nasi bakar dengan ayam suwir yang pedas ini juga sederhana.

Resep nasi bakar ayam Chandra Ekajaya yang disuwir dan pedas ini mungkin memang tidak setenar resep masakan nasi lainnya. Seperti resep nasi goreng, resep nasi uduk, nasi liwet ataupun jenis resep nasi lainnya. Walaupun begitu, citarasa gurih dengan aroma bakaran yang unik dari daun pisangnya dijamin membuat setiap orang pasti akan menyukainya. Apalagi kalau menggunakan ayam suwir, ikan teri dan dibumbu sedikit pedas. Pasti nikmat dan membuat yang mencicipi resep bakaran ini ketagihan. Apalagi cara membuat nasi bakar ayam dengan bumbu sederhana ini juga cukup sederhana kok. Jadi tidak perlu seorang ahli masak untuk bisa membuat resep masakan nasi ini.

Membuka Dua Akun Facebook dengan Android (Chandra Ekajaya Trick)

Pakar Otak Atik, Chandra Ekajaya baru-baru ini mengunggah dalam situsnya beritabenar.com mengenai trik dan tips membuka dua akun Facebook dengan Android.

Foto by Chandra Ekajaya

Tentu hal ini sangat bermanfaat karena setiap orang yang memiliki akun lebih dari satu membutuhkan cara demikian agar tampak sederhana dan tidak ribet. Nah, kali ini Chandra Ekajaya memberikan tips tersebut dengan menggunakan browser Opera Mini, UC, Chrome, dan sebagainya. Nah, berikut tips menarik dari Chandra Ekajaya tersebut:

1 Pasang UC Browser dalam gawai Anda melalui aplikasi penyedia aplikasi Play Store

2 Jalankan browser yang telah disiapkan dan klik shortcut Facebook dan ketika alamat facebook.com untuk masuk dalam situs jejaring sosial tersebut

3 Masukkan akun lainnya dengan mengisi email serta password Anda seperti pada browser biasa

4 Jika telah masuk pada akun tersebut, silahkan untuk klik tombol Setting pada UC Browser

5 Klik Add-ons untuk menambahkan aplikasi ekstensi

6 Masuk dan klik Add-ons Facebook

7 Aktifkan Telusuri Facebook Lebih Cepat dan Pemberitahuan Otomatis

8 Klik tombol simpan

9 selesai

Nah, itulah trik menarik membuka dua akun facebook via Androdi menurut Chandra Ekajaya. Simak tulisan Chandra Ekajaya lainnya….

 

Penulis: Chandra Ekajaya

Editor : Chandra Ekajaya

Kuliner 18 Ribuan Chandra Ekajaya

Di kabupaten yang terkenal dengan keasriannya yaitu Wonosobo, pertumbuhan bisnis kuliner semakin tumbuh, berkembang, dan meningkat dengan pesat. Bahkan banyak pengusaha yang semakin hari semakin banyak karena bisnis kuliner semakin tumbuh. Chandra Ekajaya adalah salah satu pengusaha yang muncul karena iklim dan atmosfer yang sehat dalam bisnis kuliner.

Rumah makan Yohchan berada di Jalan Candimulyo Wonosobo. Meskipun baru buka selama dua minggu, tetapi rumah makan milik Chandra Ekajaya ini sudah mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Antusiasme masyarakat bisa dilihat dari kunjungan di rumah makan tersebut. Sebelum rumah makan buka, masyarakat sudah mengantre di luar.

 

Padahal rumah makan milik Chandra Ekajaya ini baru buka pada pukul 09.00 hingga pukul 23.59 waktu Indonesia bagian barat. Tetapi masyarakat selalu ingin menyantapnya saat pagi hari. Karena masih segar. Selain itu tawaran dari rumah makan ini sangat banyak. Diantaranya menu yang komplit dan lengkap seperti tempe kemul, mi ongklok, menu nasional, dan chinese food dengan harga yang sangat murah.

 

Chandra Ekajaya mengatakan bahwa pihaknya memberikan diskon 50 persen bagi para pengunjung selama sebulan penuh. Tentu saja ini promo yang sangat berani. Tetapi pengusaha satu ini mengatakan bahwa ia tidak takut rugi, sebab dengan antusiasme masyarakat yang tinggi selama dua minggu ini ia sudah mendapatkan keuntungan yang besar.

 

Bisnis kuliner menjadi pilihan Chandra Ekajaya karena bisnis dengan jenis ini tidak mengenal musim dan tidak peduli dengan berbagai macam krisis ekonomi yang melanda. Meskipun ekonomi dunia maupun nasional sedang lesu, bisnis kuliner tetap berjalan normal seperti biasa.

 

Selain itu kebiasaan masyarakat Wonosobo yang sering makan di luar membuat rumah makan milik Chandra Ekajaya ini selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat. Hawa dingin pun menambah nafsu makan dari para penduduk. Di rumah makan Yorchan ini ada paket khusus yang disediakan, yaitu semua harga makanan dijual seharga 18 ribu rupiah. Sehingga semua orang bisa makan apa saja dengan harga yang sama.

Yohanes Chandra Makan sambil Lirik Barang Antik

Bagi para penggila dan penikmat kuliner dan para kolektor yang tertarik dengan barang-barang antik yang ingin mencari suasana baru, Kota Bogor punya tempatnya. Namanya, Barkas Antique and Food Showroom, berlokasi di Bondongan, Bogor Selatan. Ada ratusan koleksi barang antik mulai tahun 50-an sampai 90-an di sana yang bisa dinikmati sambil menikmati kuliner yang sangat memanjakan lidah para pengunjungnya.

barang-antik-yohanes-chandra-2

Barang-barang antic disini terpajang rapi, mulai dari teras luar sampai ruang resto untuk memberikan suasana yang klasik dan berbeda dari kafe yang lain, itulah kelebihan tempat ini, ujar Yohanes Chandra selaku pemilik Barkas Antique and Food Showroom ini. “Hello, Wilujeng Sumping”, sambutan kalimat itulah yang akan didengar dari pelayan yang menyapa pengunjung saat memasuki restoran yang unik dan menarik ini.

 

Barkas Antique and Food Showroom adalah restoran bernuansa industrial vintage, di mana konsumen yang datang diajak bernostalgia kembali lewat kumpulan koleksi barang-barang antik tempo dulu yang menjadi hiasan interior.

 

Menu makanan yang ditawarkan juga tidak kalah dahsyat. Menu tradisional 70 persen dan sisanya western food. Owner, Yohanes Chandra mengatakan, ide didirikannya resto ini berawal dari hobi mengumpulkan barang-barang antic dan jaringannya yang aktif menjadi pengoleksi barang-barang unik ini. Dari situ tercetus untuk memamerkannya. Tak sekadar dilihat, orang bisa bersantai sambil menikmati hidangan.

 

“Barang-barang antik ini tidak hanya sebagai display tapi juga dijual kalau ada konsumen yang tertarik. Biar liat-liatnya santai, supaya gak capek kami siapin menu spesial khas resto gudang,” jelas Yohanes Chandra,

barang-antik-yohanes-chandra-3

Tempatnya cukup luas. Bisa di lantai bawah atau di lantai atas. Jangan takut tidak ada tempat, karena mampu menampung hingga 150 pengunjung. “Di hari biasa kami buka dari jam 10 pagi sampai jam 10 malam. Kalau di waktu libur, buka dari jam 10 pagi sampai 11 malam. Dijamin betah deh, di sini bisa wifi-an, foto-foto dengan background barang antik, atau mau dipakai tempat meeting, ceremony atau prewedding bisa. Kepuasan dan kenyamanan konsumen pasti jadi prioritas kami,” ungkapnya.

 

Yohanes Chandra juga membeberkan, menu unggulan yang banyak di-recfuest serta direkomendasikan oleh pelanggan, yaitu sop buntut gallery, dikombinasikan dengan minuman club oreo. Kata pelanggan yang udah mencoba, enaknya full.

 

Ada juga ayam rica, lumpia goreng, nasi liwet, soto Kota Tua, pisang goreng, dll. “Setiap tiga bulan kami akan selalu update menu makanan. Kami juga ada promo diskon sosmed melalui Instagram gudangjcoleksi sebesar 5 persen dan setiap pembelian Rp300 ribu ada cashback 10 persen berupa voucher untuk pembelian selanjutnya,” terangnya.

barang-antik-yohanes-chandra

Barkas Antique and Food Showroom juga membuka jasa layanan lunch box, katering, F&B consultant, dan architecture consultant. Nah, bagi warga Bogor maupun dari luar Bogor, dan komunitas yang mau hunting barang-barang antik sambil kuliner bisa datang ke sini, sambil menikmati uniknya barang-barang antic dan menikmati kuliner yang nikmat, siapa tau juga ada barang antic yang bisa memikat hati anda sehingga tertarik untuk mengoleksinya di rumah anda.

Pot Beton Yohanes Chandra Ekajaya

pengusaha yohanes chandra ekajaya geluti bisnis pot beton

Sesuai dengan program pemerintah di kabupaten Wonosobo, Yohanes Chandra Ekajaya sebagai pelaku usaha mikro kecil dan menengah kabupaten tersebut terus meningkatkan produksinya. Ia ingin terus bersinergi dan bekerja sama dengan pemerintah supaya dapat meningkatkan roda perekonomian bagi para pelaku umkm pada khususnya, dan masyarakat luas pada umumnya.

Usaha Yohanes Chandra Ekajaya bergerak pada bidang usaha mandiri. Ia memfokuskan diri untuk pembuatan pot, taman, air mancur, dan sebagainya. Produk-produk yang dibuat olehnya berasal dari bahan semen pilihan. Dalam artian semennya sangat padat, sehingga barang-barang produk setengah jadi akan kuat dan kokoh. Banyak instansi yang kerap memesan barang-barang produksi buatannya.

Bisa dikatakan usaha besutan Yohanes Chandra Ekajaya ini sudah mempunyai pangsa pasar yang jelas. Bahkan banyak dari konsumennya menjadi pelanggan tetap. Diantaranya perusahaan-perusahaan swasta maupun daerah, dan juga industri-industri rumah tangga. Bisnis ini sudah dijalani selama 20 tahun oleh pria asal kabupaten Wonosobo ini. Dalam sebulannya, pengusaha ini mendapatkan omzet kotor sebesar 100 juta rupiah. Sedangkan omzet bersih mencapa 50 juta rupiah per proyeknya.

pengusaha pot beton J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

Meskipun secara bisnis usaha Yohanes Chandra Ekajaya bisa dikatakan untung. Tetapi keuntungan yang didapatkan olehnya sangat tipis. Makanya ia masih belum mencapai posisi aman alias safety untuk mengembangkan bisnisnya lebih luas lagi. Oleh karena itu ia harus pintar dalam mengatur manajemen produksinya.

Yohanes Chandra Ekajaya juga mempekerjakan beberapa tetangganya. Menurutnya, para pekerja yang kebanyakan adalah tetangganya sangatlah rajin dan tekun. Mereka bisa melakukan semua kegiatan produksi, mulai dari mencetak, memperhalus, hingga mengecat pot beton. Pengusaha ini merasa sangat beruntung karena memiliki para pegawai yang loyalitasnya tinggi dan kualitas pekerjaannya sangat bagus.

Oleh sebab itu Yohanes Chandra Ekajaya selalu memperhatikan kebutuhan dari para pegawainya. Ia selalu memfasilitasi mereka. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan rasa puas dan nyaman, sehingga kinerja dan jumlah produksi pun akan meningkat secara otomatis. Metode ini sudah dibuktikan olehnya selama 20 tahun. Dan secara kuantitas maupun kualitas, terbukti bahwa metode ini termasuk metode yang ampuh.

Yohanes Chandra Ekajaya Mendulang Emas dari Bisnis Pepaya

Yohanes Chandra Ekajaya seorang pengusaha muda kelahiran Malang, Jawa Timur ini telah membuktikan kesuksesannya bahwa setiap orang tak harus menuntut ilmu wirausaha lewat pendidikan formal.

Yohanes Chandra Ekajaya berkeyakinan bahwa yang terpenting dalam menjalankan sebuah bisnis adalah terletak pada kejujuran, penguasaan bidang yang dipilih, serta jaringan dalam mengembangkan sebuah bisnis. Yohanes Chandra Ekajaya memang tak jadi melanjutkan niatnya dalam menuntut ilmu di sebuah perguruan tinggi. Namun, kali ini Yohanes Chandra Ekajaya berhasil menjadi sosok professional di bidang bisnis yang kini ia tekuni.

yohanes-chandra-ekajaya-bisnis

Yohanes Chandra Ekajaya dikenal sebagai seorang wirausaha sekaligus seorang petani sukses lewat bisnis buah pepaya miliknya. Terlebih dari hal itu, Yohanes Chandra Ekajaya juga merupakan seorang penyedia bibit pepaya dengan skala yang besar. Lelaki yang gemar lari-lari pagi ini memang sedang banyak disorot oleh berita-berita nasional. Hal tersebut dikarenakan Yohanes Chandra Ekajaya berhasil mendatangkan untung lewat bisnis pepayanya tersebut.

pepaya

Memulai bisnisnya menjadi seorang pedagang dengan ruko kecil di depan rumahnya, Yohanes Chandra Ekajaya mengakui bahwa bisnisnya tersebut memang dimulainya dari nol. Kalau istilah Jawanya “modal dengkul”. Namun, berkat ketelatenan dan ketekunannya Yohanes Chandra Ekajaya pun akhirnya membuahkan hasil positif dalam bisnisnya tersebut.

Kini, permintaan jenis pepaya memang sangat banyak, pasalya lelaki berambut kribo tersebut mengaku bahwa bisnisnya semakin melejit berkat strategi bisnisnya terus berkembang. Saat menjadi seorang pemasar pepaya, ia kerap menjumpai keluhan dari para konsumen mengenai hasil panen pepaya yang terkadang kurang maksimal secara hasil

yohanes-chandra-ekajaya-mendulang-emas-dari-bisnis-pepaya

Mendapatkan omzet hingga ratusan juta rupiah untuk setiap bulannya, Yohanes Chandra Ekajaya pun tak sedikitpun berpuas diri. Pasalnya, lelaki yang identik dengan rambut kribonya tersebut tengah mengembangkan strategi pemasaran, layanan, serta fokus pada penciptaan kualitas produk.

Yohanes Chandra Ekajaya mengaku bahwa bisnis pepayanya akan terus dikembangkan agar mampu menembus pasar mancanegara. Baru-baru ini Yohanes Chandra Ekajaya pun juga tengah mengembangkan pepaya California yang memiliki kualitas rasa yang mewah serta cukup potensial dalam mendatangkan untung.

Yohanes Chandra Ekajaya Sukseskan Bisnis Mie Ramen

pengusaha ramen J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

Yohanes Chandra Ekajaya merupakan salah satu pengusaha muda sukses Indonesia yang tak disangka-sangka masuk ke dalam daftar pengusaha muda uang patut diperhitungkan. Kali ini, Yohanes Chandra Ekajaya yang akrab dipanggil sebagai Kang Yohanes ini sudah terbiasa dengan istilah dagang.

Semasa remaja, Yohanes Chandra Ekajaya memang telah dikenal memiliki jiwa seorang pengusaha, sehingga berdagang bukan termasuk hal yang asing baginya. Bagi Yohanes Chandra Ekajaya kesuksesan adalah fokus pada tujuan utama yaitu mencari uang serta mengesampingkan rasa gengsi.

Awal usaha Yohanes Chandra Ekajaya dimulai pada tahun 2000, dimana ia mendapatkan ketertarikan dalam dunia masak khususnya untuk kuliner Jepang. Pada akhirnya, Yohanes Chandra Ekajaya pun kemudian meracik bumbu, strategi promosi, layanan, dalam menciptakan bisnis barunya di bidang kuliner khas Jepang tersebut. Ya, Yohanes Chandra Ekajaya memang tengah merintis sebuah bisnis kuliner Jepang yaitu Mie Ramen yang dilabeli dengan nama Ramenania.

bisnis mie ramen yohanes chandra ekajaya

Dalam berbisnis Yohanes Chandra Ekajaya selalu turun sendiri ke lapangan. Dengan bumbu rahasaia, dan resep yang istimewa, Ramenasia mulai membumi di beberapa daerah khususnya di kalangan muda. Tak hanya ada resep masakan, Yohanes Chandra Ekajaya pun juga terus mengolah makanan khas Jepang tersebut menjadi cita rasa yang berselera tinggi.

Dengan banderol sekitar Rp 25 ribu hingga Rp 35 ribu Yohanes Chandra Ekajaya membanderol semangkok mie ramen dengan cita rasa yang istimewa. Kini, bisnisnya pun semakin tumbuh dan berkembang dengan pesat, terbukti Yohanes Chandra Ekajaya berhasil meraup omzet hingga ratusan juta rupiah.

Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya meyakini bahwa bisnis dibutuhkan ketelatenan, kedisiplinan, dan inovasi baik secara produk maupun berupa layanan. Kini omzet ratusan juta rupiah berhasil diraup oleh lelaki yang identic dengan rambut kribonya ini, dimana Yohanes Chandra Ekajaya mendapatkan keuntungan hingga ratusan juta rupiah. Namun, meski sukses dalam bisnisnya, Yohanes Chandra Ekajaya tak berpuas diri. Yohanes Chandra Ekajaya menceritakan bahwa ia terus mengembangkan bisnisnya tersebut baik secara kualitas produk , layanan, dan sebagainya agar mampu bersaing di dunia bisnis yang lebih luas.